LEMBAGA SOSIAL
1. Pengertian Lembaga Sosial
Pengertian lembaga sosial (social institution) merujuk pada dua pengertian:
- Sistem nilai dan norma sosial
- Bentuk atau organ sosial
Para sosiolog mendefinisikan lembaga sosial berdasarka aspek mana yang lebih utama. Pendapat tersebut antara lain:
a. Paul Horton dan Chester L. Hunt
Lembaga sosial adalah sistem norma-norma dan hubungan-hubungan penyatuan nilai dan prosedur-prosedur tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
b. Peter L Berger
Lembaga sosial adalah prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekankan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak sesuai dengan keinginan masyarakat.
c. Mayor Polak
Lembaga sosial adalah kompleks atau sistem peraturtan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.
d. W. Hamilton
Lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok dengan derajat sanksi.
e. Robert Mac Iver dan CH page
Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara untuk mengatur hubungan antar manusia dalam suatu kelompok masyarakat.
f. Leopold Von Wiese dan becker
Lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan kelompok yang berfungsi memelihara hubungan tersebut sesuai minat dan kepantingan individu dan kelompok.
g. Koenjaraningrat
Lembaga sosial adalah sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas memenuhi komplesitas kebutuhan khusus manusia.
h. Soerjono Soekanto
Lembaga sosial adalah himpunan norma berkisar dari segala tingkatan kebutuhan pokok manusia.
Dari pengertian-pengertian diatas diketahui bahwa lembaga sosial berkaitan dengan;
a. Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung dan mempengaruhi.
b. Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup.
c. Seperangkat norma yang mengatur hubungan antar warga masyarakat agar dapat berjalan tertib dan teratur.
Lembaga sosial merupakan sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang terbentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang bersifat khusus. Lembaga sosial sebagai sitem gagasan terorganisasi yang ikut serta dalam perilaku. Untuk memfungsikan sekumpulan norma atau gagasan perilaku, setiap lembaga sosial memiliki beberapa asosiasi atau organisasi. Hubungan antara lembaga sosial dan asosiasi.
Lembaga
Asosiasi atau organisasi
Perkawinan
Kantor urusan agama
Pendidikan
Agama
Pemerintahan
perekonomian
Perguruan Tinggi, SMA, SMP, SD
Masjid, gereja, Pura, wihara
Partai, Parlemen
PT, Firma, CV
2. Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah individu yang saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhannya. Individu memiliki sejumlah nilai yang kemudian terhimpun menjadi cita-cita masyarakat. Nilai tersebut terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat sehingga terbentuklah norma. Kemudian terbentuk sistem norma yang melembaga atau institusionalisasi sehingga terjadi lembaga sosial yang berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Suatu lembaga terbentuk akibat dari berbagai aktivitas manusia baik secara sadar maupun tidak sadar, baik disengaja maupun tidak disengaja. Peristiwa tingkah laku manusia yang selalu diulang-ulang dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan mencari berbagai alternatif kebutuhan itu akhirnya melembaga dan melekat pada masing-masing individu. Dengan demikian lembaga itu suatu ketika lahir, tumbuh kembang dan matinya sebuah aktivitas yang melembaga biasanya akan bersama dengan lahir, tumbuh kembang dan matinya manusia sebagai perilaku aktivitas tersebut.
Diagram tumbuhnya pranata sosial
Norma
Pola-pola kebudayaan
Proses melembaga
Pedoman masyarakat
Usage
Institusionalisation
Diketahui
Karena memiliki manfaat dan
Folkways
Mores
Castum
Institusionalized
internalized
Dimengerti
Dipahami
fungsi.
Ditaati dan dihargai
Keterangan
a. Pola-pola membudaya.
1) Institusionalisation
Suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu norma lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.
2) Institusionalized
Suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-ide pada masyarakat.
3) Internalized : Pendarah dagingan
Suatu tahap penerimaan norma terhadap masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan untuk selalu berbuat atau bertingkah lakusejalan dengan apa yang sudah dimengerti.
b. Fungsi dan manfaat lembaga sosial secara umum
1) Fungsi secara umum
a) Memberikan pedoman kepada masyarakat begaimana mereka harus bertingkah laku dalam memenuhi kebutuhan pokok/ bersama.
b) Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan
c) Memberi pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
2) Manfaat secara umum
a) Sebagai pengawas atas konsekuensi hidup orang banyak.
b) Badan pembina sosio budaya yang menjamin stabilitas sosial yang berkelangsungan.
c) Menyediakan peranan-peranan sosial dengan sikap yang sesuai dengan institusi tersebut sehingga setiap orang dapat memilih lembaga mana yang sesuai dengan keinginan individu.
3. Fungsi Lembaga Sosial
1) Fungsi Manifes (nyata)
Fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang.
Contoh;
a) Keluarga sebagai lembaga internalisasi dan sosialisasi nilai dan norma.
b) Lembaga ekonomi tempat terjadinya proses produksi dan distribusi.
2) Fungsi laten (tersembunyi)
Fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cenderung tidak nampak, dan tidak diharapkan tetapi ada.
Contoh;
a) Lembaga keluarga, pernikahan untuk menutupi rasa malu sebutan tidak laku.
b) Lembaga politik persaingan untuk berkuasa kemudian menumpuk kekayaan.
4. Karakteristik Lembaga Sosial
a. Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau ciri khusus lembaga.
Contoh;
1) Lembaga hukum; timbangan
2) Lembaga keluarga; cincin makan
b. Memiliki tanda tertib dan tradisi, sebagai panutan secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotannya. Contohnya; lembaga keluarga ada aturan menghormati anggota keluarga yang lebih tua.
c. Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari generasi ke generasi.
d. Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan lembaga.
e. Memiliki idiologi sistem gagasan mendasar yang dimiliki bersama, dianggap ideal oleh anggotanya.
f. Memiliki tingkat kekebalan/ daya tahan, tidak akan lenyap begitu saja. Contoh; kurikulum pendidikan dan adat istiadat.
5. Unsur-unsur Lembaga Sosial
Keterangan;
a. Individu
Inti dari sebuah lembaga adalah kumpulan individu jika kita melihat manusia dari aspek individu, maka kita akan mengetahui hakikat manusia secara eksistensi sebagai makhluk individu (manusia yang unik) dan sebagai makluk sosial (manusia yang tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain).
b. Lembaga Keluarga
Proses alami bagi setiap individu yang sudah dewasa cepat atau lambat akan membentuk keluarga. Disanalah akan dilahirkan individu-individu barusebagai penerus atau generasi baru.
c. Lembaga Sosial
Merupakan akomodasi dari berbagai macam individu dan individu tersebut bersumber dari berbagai keluarga.
d. Lembaga Kemasyarakatan
5
4
3
2
1
Pada prinsipnya mendekati sama dengan lembaga sosial tetapi berdasarkan kajianyang mendalam lembaga kemasyarakatan cenderung bersifat lebih luas bila dibanding dengan lembaga sosial.
e. Lembaga Negara
Merupakan lembaga terbesar pada tingkat tataran “state”. Lembaga ini memiliki kekuasaan dan kekuatan yang paling tinggi bila dilihat dari kacamata kedudukan dan wewenang.
6. Tipe-tipe Lembaga Sosial
Di bawah ini akan diuraikan tipe-tipe lembaga sosial menurut pendapat JL. Gillin and JP. Gillin, sebagai berikut:
a. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut perkembangannya
1) Crescive institution atau lembaga paling primer
Suatu tipe lembaga yang tumbuh tidak sengaja dan tumbuhnya berasal dari adat istiadat. Contoh; hak milik, bentuk-bentuk perkawinan, dan lumbung padi.
2) Enacted institution
Tipe lembaga yang dibentuk dengan sengaja dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang bersangkutan. Contoh lembaga utang piutang, lembaga pendidikan dan lembaga perdagangan. Semuanya ini berakar dari kebiasaan-kebiasaan yang sistimatis dan diatur kemudian dituangkan lembaga-lembaga yang disahkan oleh pemerintah.
b.Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut nilai
1) Basic institution
Dianggap sebagai lembaga sosial yang paling penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertibdalam masyarakat. Contoh; lembaga keluarga dan lembaga agama.
2) Subsidiary institution
Lembaga sosial yang dianggap kurang penting oleh sekelompok masyarakat tertentu, misalnya lembaga rekreasi dan lembaga olah raga.
c. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut penerimaan oleh masyarakat.
1) Aproved social institution
Tipe lembaga ini merupakan lembaga-lembaga yang diterima oleh masyarakat karena dirasa memberi manfaat dankeuntungan serta sangat dibutuhkan misalnya lembaga agama, lembaga pendidikan, lembaga perdagangan, lembaga bantuan hukum dan lembaga penitipan anak danlembaga-lembaga swadaya masyarakat.
2) Unproved= un sanctioned intitution
Tipe lembaga ini ditolak oleh masyrakat secara umum sebab lembaga ini dianggap meresahkan dan merugikan masyarakat secara umum, misalnya gank persatuan perampok/ copet/ gali/momoli/ kumpul kebo/ kaum gay, lebian/ homo seks dan lembaga perakitan bom ilegal.
d. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut penyebarannya.
1) General institution
Suatu lembaga yang lahir atas dasar faktor penyebaran sehingga dikenal di seluruh dunia, misalnya lembaga pemerintahan, lembaga agama dan perserikatan bangsa-bangsa.
2) Ristricted institution
Suatu lembaga yang dikenal hanya terbatas pada suatu masyarakat atau negara tertentu, misalnya lembaga adat, lembaga keyakinan/ aliran dan lembaga pemerintahan (khususnya pada sistemnya).
e. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut fungsinya.
1) Operative institution
Suatu lembaga yang befungsi untuk menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya LSM, IMF, UMDB, dan lembaga industri.
2) Regulated institution
Lembaga yang berfungsi mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak mutlak manjadi bagian dari pada lemabaga tersebut. Contoh lembaga hukum dan lembaga ferifikasi.
Kelima tipe lembaga sosial di atas dapat mengetahui adanya bermacam-macam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat tertentu. Jadi setiap masyarakat mempunyai sistem nilai yang menentukan lembaga sosial mana yang dianggap paling atas dari lembaga-lembaga sosial lainnya. Semuanya tergantung dari masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan jenis-jenis masyarakat yang erat kaitannya dengan keberadaan lembaga sosial ada tiga yaitu:
a. Masyarakat totaliter
Suatu masyarakat yang menganggap negara sebagai lembaga kemasyarakatan yang pokok membawahi lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga keluarga dan lain sebagainya. Contoh lembaga Unisoviet dan Rusia.
b. Masyarakat homigen dan tradisional
Suatu masyarakat yang mengangap lembaga kemasyarakatansatu dengan yang lainnya sebagai suatu institusi configurasi (pola-pola hubungan). Contohnya, terciptanya suatu desa swasembada karena dukungan dari berbagai komponen kelembagaan pada tingkat desa. Komponen tersebut antara lain, lembaga perekonomian desa, lembaga keamanan desa, lembaga pendidikan dan lembaga kesehatan.
c. Masyarakat komplek atau terbuka
Masyarakat beranggapan dan percaya bahwa terjadinya perubahan sosial dan udaya dianggap sebagai sarana untuk merubah norma dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
7. Hubungan, Peran dan Fungsi Lembaga Sosial
Tabel keterkaitan antara lembaga sosial dan kelompok sosial
Bidang Kegiatan
Lembaga Sosial
Kelompok Sosial
1. Kekerabatan
2. Ekonomi
3. Olahraga
4. Pendidikan
5. Politik
6. Keagamaan
Sistem kekerabatan
Sistem perdagangan dan perbankan
Persepakbolaan, pencak silat
Kurikulum, perpustakaan
Sistem kepartaian, demokrasi, pemerintahan
KeTuhanan YME, ajaran agama
Keluarga batih
Koperasi, perseroan terbatas
PSSI, PPSA
PGRI, HMI
Parpol, negara
Masjid, majelis Gereja
Sumber: Buddy L. Worang 1983
a. Lembaga Keluarga
1) Ada 3 bentuk keluarga;
a) Keluarga inti (batih, somah, nuclear family) terdiri dari ayah, ibu dan anak-naka yang belum menikah.
b) Keluarga besar (extended family) ikatan keluarga dalam satu keturunan, kakek, nenek, ipar, paman dsb.
c) Keluarga poligamous, beberapa keluarga inti yang dipimpin oleh satu kepala keluarga.
2) Proses terbentuknya lembaga keluarga adalah melalui pernikahan baik secara agama, adat dan hukum.
a) Dimulai interaksi antara pria dan wanita.
b) Interaksi berulang-ulang hingga terjadi proses perkawinan.
c) Setelah perkawinan terbentuk keturunan kemudian keluarga inti.
3) Tujuan perkawinan yaitu
a) Untuk mendapat keturunan
b) Untuk meningkatkan derajat dan status sosial.
c) Mendekatkan hubungan kekerabatan besar kedua mempelai
d) Harta waris tidak jatuh kepada orang lain
4) Hikmah atau manfaat perkawinan
a) Terpeliharanya kehormatan manusia bersusila.
b) Menghubungkan tali persaudaraan dan memperbanyak keluarga.
c) Keluarga dan masyarakat sejahtera.
5) Bentuk-bentuk perkawinan
a) Menurut jumlah suami dan istri
(1) Monogami merupakan perkawinan satu pria dan satu wanita.
(2) Poligami merupakan perkawinan yang beristri atau bersuami lebih dari satu orang.
(a) Poligini; seorang laki-laki beristri lebih dari satu orang.
(b) Poliandri; seorang wanita yang bersuami lebih dari satu orang.
b) Menurut asal suami dan istri
(1) Endogami ialah perkawinan dari lingkungan sendiri.
(2) Eksogami ialah perkawinan di luar lingkungan sendiri
(a) Connubium circulation/ asymetris (sepihak), hubungan perkawinan dimana dua klan hanya mempunyai satu kedudukan sebagai pemberi atau penerima gadis.
(b) Connubium symetris, hubungan perkawinan di mana dua klan saling tukar menukar pasangan.
(c) Homogami, pernikahan dalam strata/ status sosial yang sama.
(d) Heterogami, pernikahan antara dua keluarga yang berbeda lapisan sosialnya.
c) Menurut hubungan kekerabatan
(1) Cross cousin (sepupu silang), perkawinan antara saudara sepupu anak anak saudara laki-laki ibu, anak saudara perempuan ayah.
(2) Paralel cousin (sepupu silang), perkawinan di mana ayah atau ibu mereka bersaudara.
d) Menurut pembayaran mas kawin
Pada masyarakat tertentu, perkawinan disetujui keluarga wanita bila keluarga pria menyerahkan mas kawin. Pada masyarakat Manggarai (Flores) disebut belis. Pada beberapa daerah mas kawin juga menentukan prestise/ kehormatan kedua keluarga. Semakin tinggi angka atau jumlah mas kawin semakin tinggi prestise kedua keluarga di mata masyarakat.
6) Pola menetap sesudah perkawinan
a) Patrilokal (Virilokal), suami istri bertempat tinggal di sekitar pusat kerabat suami.
b) Matrilokal (otorilokal), suami istri tinggal di sekitar kerabat istri.
c) Bilokal, menetap bergantian antara kerabat istri dan suami.
d) Neolokal yaitu bertempat di tempat baru.
e) Avunkulokal yaitu menetapdi rumah saudara laki-laki ibu (paman) dari pihak suami.
f) Natalokal yaitu suami istri terpisah tinggal di tempat kelahiran masing-masing, bertemu dalam waktu yang relatif pendek.
g) Utrolokal yaitu bebas menentukan tempat tinggal.
h) Komonlokal yaitu tinggal didalam kelompok di mana kedua orang tua dari pihak laki dan perempuan berdiam.
7) Fungsi Keluarga
a) Fungsi Manifes
(1) Fungsi reproduksi
(2) Fungsi sosialisasi
(3) Fungsi afeksi
(4) Fungsi ekonomi
(5) Fungsi pengawasan sosial.
(6) Fungsi proteksi.
(7) Fungsi pemberian status.
b) Fungsi laten
(1) Sarana pertemuan hidung belang
(2) Sarana perjudian / rumah bandit atau bandar.
(3) Tempat menimbun harta curian.
8) Susunan keluarga
a) Bentuk keluarfa bilateral (cognatic Descent), menghitung hubungan keluarga melalui pihak ayah maupun ibu.
(1) Prinsip ambilineal (operative descent), menghitung garis kerabat terkadang melalui ayah atau ibu.
(2) Prinsip konsentris, menghitung garis keluarga sampai suatu jumlah tertentu (terbatas).
(3) Prinsip primogenitus, menghitung garis keluarga melalui ayah dan ibu yang usianya tertua saja (sulung) untuk menentukan pembagian warisan keluarga.
(4) Prinsip ultimogenitur, yaitu garis keluarga dihitung melalui ayah atau ibu yang usianya termuda saja (bungsu).
b) Bentuk keluarga unilateral (unilineal), hanya dihitung dari satu garis keturunan, ayah atau ibu.
(1) Patrilineal yaitu garis keturunan dihitung dari garis ayah contohnya, Batak.
(2) Matrilineal yaitu garis keturunan yang dihitung dari garis ibu contohnya, Minangkabau.
9) Unsur lembaga keluarga
a) Pola perilaku; afeksi, kesetiaan, tanggungjawab, rasa hormat, dan kepatuhan.
b) Budaya simbolis; mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, dan upacara.
c) Budaya manfaat; rumah. Aparteman, alat rumah tangga, dan kendaraan.
d) Kode spesialisasi; ijin kawin, kehendak, keturunan, dan hukum perkawinan.
e) Idiologi; cinta, kasih sayang, keterbukaan, familisme, dan individualisme.
b. Lembaga Pendidikan
Adanya kebutuhan intensitas (kedalaman) pengetahuan atau pendidikan setiap masyarakat berbeda.
1) Ada 3 bentuk lembaga;
a) Pendidikan formal: sekolah.
b) Pendidikan non-formal: lembaga kursus
c) Pendidikan informal: keluarga.
2) Fungsi lembaga pendidikan
Menurut Horton dan Hunt terdapat 2 fungsi pendidikan;
a) Fungsi manifest
(1) Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
(2) Mengembangkan bakat perorangan.
(3) Melestarikan budaya.
(4) Menanamkan keterampilan.
b) Fungsi laten
(1) Mengurangi pengendalian orang tua.
(2) Menyediakan sarana pembangkangan.
(3) Mempertahankan sistem kelas sosial.
(4) Memperpanjang masa remaja.
Sedangkan menurut David Popenoe, terdapat 4 macam fungsi pendidikan :
a) Transmisi (pemindahan) kebudayaan masyarakat.
b) Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
c) Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
d) Sumber inovasi sosial.
3) Unsur-unsur lembaga pendidikan
a) Pola perilaku; cinta pengetahuan, kehadiran, meneliti, dan semangat belajar.
b) Budaya simbolis; seragam sekolah, maskot, lagu sekolah, dan logo.
c) Budaya manfaat; kelas, perpustakaan, buku, laboratorium, dan tingkatan strata.
d) Kode spesialisasi; akreditasi, tata tertib, kurikulum, dan tingkatan/ strata.
e) Idiologi; keberhasilan akdemis, pendidikan progresit, inovatif, dan klasikisme.
c. Lembaga Politik
Lembaga politik berupa perangkat aturan atau status yang menghususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.
1) Bentuk Negara, secara umum;
a) Negara kesatuan yaitu dengan satu kesatuan pemerintahan, parlemen, lembaga peradilan dan konstitusi.
b) Negara federasi / serikat yaitu adanya negara bagian yaitu negara yang memiliki undang-undang dan peradilan sendiri.
2) Bentuk Pemerintahan
a) Republik yaitu dipimpin oleh presiden yang memegang kekuasan eksekutif dan parlemen dengan kekuasan legislatif.
b) Monarki yaitu dipimpin oleh raja/ ratu yang didapatkan berdasarkan keturunan dan diperoleh seumur hidup.
c) Kekaisaran dipimpin seorang kaisar yang diperoleh secara turun temurun.
3) Bentuk kekuasaan
a) Kewibawaan lahiriah (kharismatik) misalnya tokoh agama.
b) Tradisi atau keturunan, misalnya raja.
c) Secara formal (legal-rasional) berdasarkan hukum misalnya presiden.
4) Alasan hilangnya ketaatan kepada penguasa yaitu:
a) Kesadaran masyarakat bahwa pemimpinnya juga manusia biasa.
b) Anggapan masyarakat akan ketidaktertibannya dalam pengambilan keputusan.
5) Cara untuk mengatasi krisis kewibawaan:
a) Mengubah prinsip sentralisasi kakuasaan ke dalam prinsip desentralisasi.
b) Prinsip-prinsip menghindari disintegrasi.
c) Koordinasi terpadu dari pimpinan yang berwenang.
d) Tidak mengulang-ulang cara lama.
6) Fungsi lembaga politik
a) Fungsi Manifes
(1) Memelihara ketertiban di dalam (internal order).
(2) Menjaga keamanan di luar (external security).
(3) Mengusahakan kesejahteraan umum (general welfare).
(4) Mengatur proses politik.
(5) Mengerakkan partisipasi masyarakat.
(6) Mengembangkan budaya demokrasi.
b) Fungsi laten
(1) Tempat melakukan korupsi dan kolusi.
(2) Pemerasan dan penipuan terhadap rakyat.
(3) Sebagai wahana untuk memecah belah dan adu domba.
(4) Kemandulan pelaksanaan pemerintahan sehingga terjadi stagnasi dalam segala aspek kehidupan bangsa.
7) Unsur-unsur lembaga politik
a) Pola perilaku; loyalitas, kepatuhan, subordinasi, kerjasama dan konsensus.
b) Budaya simbolis; bendera, materai, maskot, dan lagu kebangsaan.
c) Budaya manfaat; gedung, persenjataan, pekerjaan pemerintah, blanko dan formulir.
d) Kode spesialisasi; program, konstitusi, traktat dan hukum.
e) Idiologi; nasionalisme, hak rakyat, demokrasi, dan republik/monarki.
d. Lembaga Ekonomi
Berfungsi mengatur pembagian kerja dalam kehidupan manusia. Menurut Kornblum, penelitian difokuskan pada pembahasan, pasar dan pembagian kerja, interaksi pemerintah, institusi ekonomi dan perubahan pada pekerjaan.
1) Pola-pola politik ekonomi
a) Sistem feodalisme yaitu seperangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik tanah (raja) dan prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga, harta benda dan hak penguna tanah.
b) Sistem merkatilisme yaitu sistem yang menempatkan negara bertanggungjawab mengendalikan dan mengarahkan seluruh kegiatan ekonomi termasuk mengatur individu untuk profesi-profesi tertentu.
c) Sistem kapitalisme yaitu pemilik modal bebas mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
d) Sistem komunisme yaitu partai tunggal atau diktator sebagai wakil rakyat yang memerintah atas nama rakyat.
e) Sistem sosialisme yaitu bertujuan merombak masyarakat pada persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk kesejahteraan masyarakat.
3) Fungsi Lembaga ekonomi
a) Fungsi Manifes
(1) Pedoman mendapat bahan pangan
(2) Pedoman pertukaran barang/ barter.
(3) Pedoman harga jual beli barang.
(4) Pedoman menggunakan tenaga kerja.
(5) Pedoman cara pengupahan.
(6) Pedoman cara pemutusan hubungan kerja.
(7) Identitas diri masyarakat
b) Fungsi laten
(1)Menumpuk barang guna kepentingan individu atau kelompok.
(2) Kurang memperhatikan lingkungan kemanusiaan.
(3) sebagai ladang korupsi dan kolusi.
4) Struktur lembaga ekonomi
a) Sektor agraris meliputi kegiatan pertanian.
b) Sektor industri kegiatan produksi barang.
c) Sektor perdagangan panyaluran barang dari produsen ke konsumen.
5) Unsur-unsur lembaga ekonomi
a) Pola perilaku; efisiensi, penghematan, profesional dan laba.
b) Budaya simbolis; merek dagang, hak paten, slogan, dan lagu komersial.
c) Budaya manfaat; toko, pabrik, pasar, kantor, blanko dan formulir.
d) Kode spesialisasi; kontrak, liensi, hak monopoli, dan akte perusahaan.
e) Idiologi; liberalisme, tanggung jawab, manajerial, dan hak buruh.
e. Lembaga Agama
Durkherm (1966) menyatakan bahwa agama merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal yang suci. Agama merupakan sarana manusia untuk berhubungan dengan sang pencipta.
1) Fungsi Agama
a) Fungsi Manifes
(1) Sumber pedoman hidup manusia.
(2) Mengatur hubungan (tata cara) manusia secara vertikal dan horizontal.
(3) Nilai-nilai hidup manusia (ukuran).
(4) Pedoman rasa kebersamaan.
(5) Pedoman keyakinan (confidence).
(6) Pedoman keberadaan (existence).
(7) Pengungkapan estetika (keindahan).
(8) Pedoman rekreasi dan hiburan.
(9) Memberi identitas.
b) Fungsi laten
(1) Saranauntuk kupul kebo, zina dan perjudian.
(2) Dijadikan landasan aktivitas SARA atau peperangan.
(3) Kedok untuk meminta bantuan di luar kepentingan agama.
2) Unsur-unsur lembaga agama
Menurut Light, Killer dan Callhoun (1989).
a) Kepercayaan
b) Praktek keagamaan
c) Simbol keagamaan
d) Umat
e) Pengalaman keagamaan.
RANGKUMAN
Lembaga sosial adalah himpunan norma-norma dari segala tindakan yang berkisar dari suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.
Institusionalisation; adalah suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu norma lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.
Institusionalized, adalah suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-ide pada masyarakat.
Internalized: Pendarah dagingan adalah suatu tahap penerimaan norma terhadap masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan untuk selalu berbuat atau bertingkah lakusejalan dengan apa yang sudah dimengerti.
Fungsi Manifes (nyata); fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. Contoh; keluarga sebagai lembaga internalisasi dan sosialisasi nilai dan norma; lembaga ekonomi tempat terjadinya proses produksi dan distribusi.
Fungsi laten (tersembunyi); fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cenderung tidak nampak, dan tidak diharapkan tetapi ada. Contohnya, lembaga keluarga, pernikahan untuk menutupi rasa malu sebutan tidak laku; lembaga politik persaingan untuk berkuasa kemudian menumpuk kekayaan.
Lembaga sosial ada lima macam yaitu lembaga keluarga, ekonomi, politik, pendidikan dan agama.
1. Pengertian Lembaga Sosial
Pengertian lembaga sosial (social institution) merujuk pada dua pengertian:
- Sistem nilai dan norma sosial
- Bentuk atau organ sosial
Para sosiolog mendefinisikan lembaga sosial berdasarka aspek mana yang lebih utama. Pendapat tersebut antara lain:
a. Paul Horton dan Chester L. Hunt
Lembaga sosial adalah sistem norma-norma dan hubungan-hubungan penyatuan nilai dan prosedur-prosedur tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
b. Peter L Berger
Lembaga sosial adalah prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekankan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak sesuai dengan keinginan masyarakat.
c. Mayor Polak
Lembaga sosial adalah kompleks atau sistem peraturtan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.
d. W. Hamilton
Lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok dengan derajat sanksi.
e. Robert Mac Iver dan CH page
Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara untuk mengatur hubungan antar manusia dalam suatu kelompok masyarakat.
f. Leopold Von Wiese dan becker
Lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan kelompok yang berfungsi memelihara hubungan tersebut sesuai minat dan kepantingan individu dan kelompok.
g. Koenjaraningrat
Lembaga sosial adalah sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas memenuhi komplesitas kebutuhan khusus manusia.
h. Soerjono Soekanto
Lembaga sosial adalah himpunan norma berkisar dari segala tingkatan kebutuhan pokok manusia.
Dari pengertian-pengertian diatas diketahui bahwa lembaga sosial berkaitan dengan;
a. Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung dan mempengaruhi.
b. Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup.
c. Seperangkat norma yang mengatur hubungan antar warga masyarakat agar dapat berjalan tertib dan teratur.
Lembaga sosial merupakan sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang terbentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang bersifat khusus. Lembaga sosial sebagai sitem gagasan terorganisasi yang ikut serta dalam perilaku. Untuk memfungsikan sekumpulan norma atau gagasan perilaku, setiap lembaga sosial memiliki beberapa asosiasi atau organisasi. Hubungan antara lembaga sosial dan asosiasi.
Lembaga
Asosiasi atau organisasi
Perkawinan
Kantor urusan agama
Pendidikan
Agama
Pemerintahan
perekonomian
Perguruan Tinggi, SMA, SMP, SD
Masjid, gereja, Pura, wihara
Partai, Parlemen
PT, Firma, CV
2. Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah individu yang saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhannya. Individu memiliki sejumlah nilai yang kemudian terhimpun menjadi cita-cita masyarakat. Nilai tersebut terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat sehingga terbentuklah norma. Kemudian terbentuk sistem norma yang melembaga atau institusionalisasi sehingga terjadi lembaga sosial yang berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Suatu lembaga terbentuk akibat dari berbagai aktivitas manusia baik secara sadar maupun tidak sadar, baik disengaja maupun tidak disengaja. Peristiwa tingkah laku manusia yang selalu diulang-ulang dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan mencari berbagai alternatif kebutuhan itu akhirnya melembaga dan melekat pada masing-masing individu. Dengan demikian lembaga itu suatu ketika lahir, tumbuh kembang dan matinya sebuah aktivitas yang melembaga biasanya akan bersama dengan lahir, tumbuh kembang dan matinya manusia sebagai perilaku aktivitas tersebut.
Diagram tumbuhnya pranata sosial
Norma
Pola-pola kebudayaan
Proses melembaga
Pedoman masyarakat
Usage
Institusionalisation
Diketahui
Karena memiliki manfaat dan
Folkways
Mores
Castum
Institusionalized
internalized
Dimengerti
Dipahami
fungsi.
Ditaati dan dihargai
Keterangan
a. Pola-pola membudaya.
1) Institusionalisation
Suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu norma lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.
2) Institusionalized
Suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-ide pada masyarakat.
3) Internalized : Pendarah dagingan
Suatu tahap penerimaan norma terhadap masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan untuk selalu berbuat atau bertingkah lakusejalan dengan apa yang sudah dimengerti.
b. Fungsi dan manfaat lembaga sosial secara umum
1) Fungsi secara umum
a) Memberikan pedoman kepada masyarakat begaimana mereka harus bertingkah laku dalam memenuhi kebutuhan pokok/ bersama.
b) Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan
c) Memberi pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
2) Manfaat secara umum
a) Sebagai pengawas atas konsekuensi hidup orang banyak.
b) Badan pembina sosio budaya yang menjamin stabilitas sosial yang berkelangsungan.
c) Menyediakan peranan-peranan sosial dengan sikap yang sesuai dengan institusi tersebut sehingga setiap orang dapat memilih lembaga mana yang sesuai dengan keinginan individu.
3. Fungsi Lembaga Sosial
1) Fungsi Manifes (nyata)
Fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang.
Contoh;
a) Keluarga sebagai lembaga internalisasi dan sosialisasi nilai dan norma.
b) Lembaga ekonomi tempat terjadinya proses produksi dan distribusi.
2) Fungsi laten (tersembunyi)
Fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cenderung tidak nampak, dan tidak diharapkan tetapi ada.
Contoh;
a) Lembaga keluarga, pernikahan untuk menutupi rasa malu sebutan tidak laku.
b) Lembaga politik persaingan untuk berkuasa kemudian menumpuk kekayaan.
4. Karakteristik Lembaga Sosial
a. Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau ciri khusus lembaga.
Contoh;
1) Lembaga hukum; timbangan
2) Lembaga keluarga; cincin makan
b. Memiliki tanda tertib dan tradisi, sebagai panutan secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotannya. Contohnya; lembaga keluarga ada aturan menghormati anggota keluarga yang lebih tua.
c. Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari generasi ke generasi.
d. Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan lembaga.
e. Memiliki idiologi sistem gagasan mendasar yang dimiliki bersama, dianggap ideal oleh anggotanya.
f. Memiliki tingkat kekebalan/ daya tahan, tidak akan lenyap begitu saja. Contoh; kurikulum pendidikan dan adat istiadat.
5. Unsur-unsur Lembaga Sosial
Keterangan;
a. Individu
Inti dari sebuah lembaga adalah kumpulan individu jika kita melihat manusia dari aspek individu, maka kita akan mengetahui hakikat manusia secara eksistensi sebagai makhluk individu (manusia yang unik) dan sebagai makluk sosial (manusia yang tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain).
b. Lembaga Keluarga
Proses alami bagi setiap individu yang sudah dewasa cepat atau lambat akan membentuk keluarga. Disanalah akan dilahirkan individu-individu barusebagai penerus atau generasi baru.
c. Lembaga Sosial
Merupakan akomodasi dari berbagai macam individu dan individu tersebut bersumber dari berbagai keluarga.
d. Lembaga Kemasyarakatan
5
4
3
2
1
Pada prinsipnya mendekati sama dengan lembaga sosial tetapi berdasarkan kajianyang mendalam lembaga kemasyarakatan cenderung bersifat lebih luas bila dibanding dengan lembaga sosial.
e. Lembaga Negara
Merupakan lembaga terbesar pada tingkat tataran “state”. Lembaga ini memiliki kekuasaan dan kekuatan yang paling tinggi bila dilihat dari kacamata kedudukan dan wewenang.
6. Tipe-tipe Lembaga Sosial
Di bawah ini akan diuraikan tipe-tipe lembaga sosial menurut pendapat JL. Gillin and JP. Gillin, sebagai berikut:
a. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut perkembangannya
1) Crescive institution atau lembaga paling primer
Suatu tipe lembaga yang tumbuh tidak sengaja dan tumbuhnya berasal dari adat istiadat. Contoh; hak milik, bentuk-bentuk perkawinan, dan lumbung padi.
2) Enacted institution
Tipe lembaga yang dibentuk dengan sengaja dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang bersangkutan. Contoh lembaga utang piutang, lembaga pendidikan dan lembaga perdagangan. Semuanya ini berakar dari kebiasaan-kebiasaan yang sistimatis dan diatur kemudian dituangkan lembaga-lembaga yang disahkan oleh pemerintah.
b.Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut nilai
1) Basic institution
Dianggap sebagai lembaga sosial yang paling penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertibdalam masyarakat. Contoh; lembaga keluarga dan lembaga agama.
2) Subsidiary institution
Lembaga sosial yang dianggap kurang penting oleh sekelompok masyarakat tertentu, misalnya lembaga rekreasi dan lembaga olah raga.
c. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut penerimaan oleh masyarakat.
1) Aproved social institution
Tipe lembaga ini merupakan lembaga-lembaga yang diterima oleh masyarakat karena dirasa memberi manfaat dankeuntungan serta sangat dibutuhkan misalnya lembaga agama, lembaga pendidikan, lembaga perdagangan, lembaga bantuan hukum dan lembaga penitipan anak danlembaga-lembaga swadaya masyarakat.
2) Unproved= un sanctioned intitution
Tipe lembaga ini ditolak oleh masyrakat secara umum sebab lembaga ini dianggap meresahkan dan merugikan masyarakat secara umum, misalnya gank persatuan perampok/ copet/ gali/momoli/ kumpul kebo/ kaum gay, lebian/ homo seks dan lembaga perakitan bom ilegal.
d. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut penyebarannya.
1) General institution
Suatu lembaga yang lahir atas dasar faktor penyebaran sehingga dikenal di seluruh dunia, misalnya lembaga pemerintahan, lembaga agama dan perserikatan bangsa-bangsa.
2) Ristricted institution
Suatu lembaga yang dikenal hanya terbatas pada suatu masyarakat atau negara tertentu, misalnya lembaga adat, lembaga keyakinan/ aliran dan lembaga pemerintahan (khususnya pada sistemnya).
e. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut fungsinya.
1) Operative institution
Suatu lembaga yang befungsi untuk menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya LSM, IMF, UMDB, dan lembaga industri.
2) Regulated institution
Lembaga yang berfungsi mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak mutlak manjadi bagian dari pada lemabaga tersebut. Contoh lembaga hukum dan lembaga ferifikasi.
Kelima tipe lembaga sosial di atas dapat mengetahui adanya bermacam-macam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat tertentu. Jadi setiap masyarakat mempunyai sistem nilai yang menentukan lembaga sosial mana yang dianggap paling atas dari lembaga-lembaga sosial lainnya. Semuanya tergantung dari masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan jenis-jenis masyarakat yang erat kaitannya dengan keberadaan lembaga sosial ada tiga yaitu:
a. Masyarakat totaliter
Suatu masyarakat yang menganggap negara sebagai lembaga kemasyarakatan yang pokok membawahi lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga keluarga dan lain sebagainya. Contoh lembaga Unisoviet dan Rusia.
b. Masyarakat homigen dan tradisional
Suatu masyarakat yang mengangap lembaga kemasyarakatansatu dengan yang lainnya sebagai suatu institusi configurasi (pola-pola hubungan). Contohnya, terciptanya suatu desa swasembada karena dukungan dari berbagai komponen kelembagaan pada tingkat desa. Komponen tersebut antara lain, lembaga perekonomian desa, lembaga keamanan desa, lembaga pendidikan dan lembaga kesehatan.
c. Masyarakat komplek atau terbuka
Masyarakat beranggapan dan percaya bahwa terjadinya perubahan sosial dan udaya dianggap sebagai sarana untuk merubah norma dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
7. Hubungan, Peran dan Fungsi Lembaga Sosial
Tabel keterkaitan antara lembaga sosial dan kelompok sosial
Bidang Kegiatan
Lembaga Sosial
Kelompok Sosial
1. Kekerabatan
2. Ekonomi
3. Olahraga
4. Pendidikan
5. Politik
6. Keagamaan
Sistem kekerabatan
Sistem perdagangan dan perbankan
Persepakbolaan, pencak silat
Kurikulum, perpustakaan
Sistem kepartaian, demokrasi, pemerintahan
KeTuhanan YME, ajaran agama
Keluarga batih
Koperasi, perseroan terbatas
PSSI, PPSA
PGRI, HMI
Parpol, negara
Masjid, majelis Gereja
Sumber: Buddy L. Worang 1983
a. Lembaga Keluarga
1) Ada 3 bentuk keluarga;
a) Keluarga inti (batih, somah, nuclear family) terdiri dari ayah, ibu dan anak-naka yang belum menikah.
b) Keluarga besar (extended family) ikatan keluarga dalam satu keturunan, kakek, nenek, ipar, paman dsb.
c) Keluarga poligamous, beberapa keluarga inti yang dipimpin oleh satu kepala keluarga.
2) Proses terbentuknya lembaga keluarga adalah melalui pernikahan baik secara agama, adat dan hukum.
a) Dimulai interaksi antara pria dan wanita.
b) Interaksi berulang-ulang hingga terjadi proses perkawinan.
c) Setelah perkawinan terbentuk keturunan kemudian keluarga inti.
3) Tujuan perkawinan yaitu
a) Untuk mendapat keturunan
b) Untuk meningkatkan derajat dan status sosial.
c) Mendekatkan hubungan kekerabatan besar kedua mempelai
d) Harta waris tidak jatuh kepada orang lain
4) Hikmah atau manfaat perkawinan
a) Terpeliharanya kehormatan manusia bersusila.
b) Menghubungkan tali persaudaraan dan memperbanyak keluarga.
c) Keluarga dan masyarakat sejahtera.
5) Bentuk-bentuk perkawinan
a) Menurut jumlah suami dan istri
(1) Monogami merupakan perkawinan satu pria dan satu wanita.
(2) Poligami merupakan perkawinan yang beristri atau bersuami lebih dari satu orang.
(a) Poligini; seorang laki-laki beristri lebih dari satu orang.
(b) Poliandri; seorang wanita yang bersuami lebih dari satu orang.
b) Menurut asal suami dan istri
(1) Endogami ialah perkawinan dari lingkungan sendiri.
(2) Eksogami ialah perkawinan di luar lingkungan sendiri
(a) Connubium circulation/ asymetris (sepihak), hubungan perkawinan dimana dua klan hanya mempunyai satu kedudukan sebagai pemberi atau penerima gadis.
(b) Connubium symetris, hubungan perkawinan di mana dua klan saling tukar menukar pasangan.
(c) Homogami, pernikahan dalam strata/ status sosial yang sama.
(d) Heterogami, pernikahan antara dua keluarga yang berbeda lapisan sosialnya.
c) Menurut hubungan kekerabatan
(1) Cross cousin (sepupu silang), perkawinan antara saudara sepupu anak anak saudara laki-laki ibu, anak saudara perempuan ayah.
(2) Paralel cousin (sepupu silang), perkawinan di mana ayah atau ibu mereka bersaudara.
d) Menurut pembayaran mas kawin
Pada masyarakat tertentu, perkawinan disetujui keluarga wanita bila keluarga pria menyerahkan mas kawin. Pada masyarakat Manggarai (Flores) disebut belis. Pada beberapa daerah mas kawin juga menentukan prestise/ kehormatan kedua keluarga. Semakin tinggi angka atau jumlah mas kawin semakin tinggi prestise kedua keluarga di mata masyarakat.
6) Pola menetap sesudah perkawinan
a) Patrilokal (Virilokal), suami istri bertempat tinggal di sekitar pusat kerabat suami.
b) Matrilokal (otorilokal), suami istri tinggal di sekitar kerabat istri.
c) Bilokal, menetap bergantian antara kerabat istri dan suami.
d) Neolokal yaitu bertempat di tempat baru.
e) Avunkulokal yaitu menetapdi rumah saudara laki-laki ibu (paman) dari pihak suami.
f) Natalokal yaitu suami istri terpisah tinggal di tempat kelahiran masing-masing, bertemu dalam waktu yang relatif pendek.
g) Utrolokal yaitu bebas menentukan tempat tinggal.
h) Komonlokal yaitu tinggal didalam kelompok di mana kedua orang tua dari pihak laki dan perempuan berdiam.
7) Fungsi Keluarga
a) Fungsi Manifes
(1) Fungsi reproduksi
(2) Fungsi sosialisasi
(3) Fungsi afeksi
(4) Fungsi ekonomi
(5) Fungsi pengawasan sosial.
(6) Fungsi proteksi.
(7) Fungsi pemberian status.
b) Fungsi laten
(1) Sarana pertemuan hidung belang
(2) Sarana perjudian / rumah bandit atau bandar.
(3) Tempat menimbun harta curian.
8) Susunan keluarga
a) Bentuk keluarfa bilateral (cognatic Descent), menghitung hubungan keluarga melalui pihak ayah maupun ibu.
(1) Prinsip ambilineal (operative descent), menghitung garis kerabat terkadang melalui ayah atau ibu.
(2) Prinsip konsentris, menghitung garis keluarga sampai suatu jumlah tertentu (terbatas).
(3) Prinsip primogenitus, menghitung garis keluarga melalui ayah dan ibu yang usianya tertua saja (sulung) untuk menentukan pembagian warisan keluarga.
(4) Prinsip ultimogenitur, yaitu garis keluarga dihitung melalui ayah atau ibu yang usianya termuda saja (bungsu).
b) Bentuk keluarga unilateral (unilineal), hanya dihitung dari satu garis keturunan, ayah atau ibu.
(1) Patrilineal yaitu garis keturunan dihitung dari garis ayah contohnya, Batak.
(2) Matrilineal yaitu garis keturunan yang dihitung dari garis ibu contohnya, Minangkabau.
9) Unsur lembaga keluarga
a) Pola perilaku; afeksi, kesetiaan, tanggungjawab, rasa hormat, dan kepatuhan.
b) Budaya simbolis; mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, dan upacara.
c) Budaya manfaat; rumah. Aparteman, alat rumah tangga, dan kendaraan.
d) Kode spesialisasi; ijin kawin, kehendak, keturunan, dan hukum perkawinan.
e) Idiologi; cinta, kasih sayang, keterbukaan, familisme, dan individualisme.
b. Lembaga Pendidikan
Adanya kebutuhan intensitas (kedalaman) pengetahuan atau pendidikan setiap masyarakat berbeda.
1) Ada 3 bentuk lembaga;
a) Pendidikan formal: sekolah.
b) Pendidikan non-formal: lembaga kursus
c) Pendidikan informal: keluarga.
2) Fungsi lembaga pendidikan
Menurut Horton dan Hunt terdapat 2 fungsi pendidikan;
a) Fungsi manifest
(1) Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
(2) Mengembangkan bakat perorangan.
(3) Melestarikan budaya.
(4) Menanamkan keterampilan.
b) Fungsi laten
(1) Mengurangi pengendalian orang tua.
(2) Menyediakan sarana pembangkangan.
(3) Mempertahankan sistem kelas sosial.
(4) Memperpanjang masa remaja.
Sedangkan menurut David Popenoe, terdapat 4 macam fungsi pendidikan :
a) Transmisi (pemindahan) kebudayaan masyarakat.
b) Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
c) Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
d) Sumber inovasi sosial.
3) Unsur-unsur lembaga pendidikan
a) Pola perilaku; cinta pengetahuan, kehadiran, meneliti, dan semangat belajar.
b) Budaya simbolis; seragam sekolah, maskot, lagu sekolah, dan logo.
c) Budaya manfaat; kelas, perpustakaan, buku, laboratorium, dan tingkatan strata.
d) Kode spesialisasi; akreditasi, tata tertib, kurikulum, dan tingkatan/ strata.
e) Idiologi; keberhasilan akdemis, pendidikan progresit, inovatif, dan klasikisme.
c. Lembaga Politik
Lembaga politik berupa perangkat aturan atau status yang menghususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.
1) Bentuk Negara, secara umum;
a) Negara kesatuan yaitu dengan satu kesatuan pemerintahan, parlemen, lembaga peradilan dan konstitusi.
b) Negara federasi / serikat yaitu adanya negara bagian yaitu negara yang memiliki undang-undang dan peradilan sendiri.
2) Bentuk Pemerintahan
a) Republik yaitu dipimpin oleh presiden yang memegang kekuasan eksekutif dan parlemen dengan kekuasan legislatif.
b) Monarki yaitu dipimpin oleh raja/ ratu yang didapatkan berdasarkan keturunan dan diperoleh seumur hidup.
c) Kekaisaran dipimpin seorang kaisar yang diperoleh secara turun temurun.
3) Bentuk kekuasaan
a) Kewibawaan lahiriah (kharismatik) misalnya tokoh agama.
b) Tradisi atau keturunan, misalnya raja.
c) Secara formal (legal-rasional) berdasarkan hukum misalnya presiden.
4) Alasan hilangnya ketaatan kepada penguasa yaitu:
a) Kesadaran masyarakat bahwa pemimpinnya juga manusia biasa.
b) Anggapan masyarakat akan ketidaktertibannya dalam pengambilan keputusan.
5) Cara untuk mengatasi krisis kewibawaan:
a) Mengubah prinsip sentralisasi kakuasaan ke dalam prinsip desentralisasi.
b) Prinsip-prinsip menghindari disintegrasi.
c) Koordinasi terpadu dari pimpinan yang berwenang.
d) Tidak mengulang-ulang cara lama.
6) Fungsi lembaga politik
a) Fungsi Manifes
(1) Memelihara ketertiban di dalam (internal order).
(2) Menjaga keamanan di luar (external security).
(3) Mengusahakan kesejahteraan umum (general welfare).
(4) Mengatur proses politik.
(5) Mengerakkan partisipasi masyarakat.
(6) Mengembangkan budaya demokrasi.
b) Fungsi laten
(1) Tempat melakukan korupsi dan kolusi.
(2) Pemerasan dan penipuan terhadap rakyat.
(3) Sebagai wahana untuk memecah belah dan adu domba.
(4) Kemandulan pelaksanaan pemerintahan sehingga terjadi stagnasi dalam segala aspek kehidupan bangsa.
7) Unsur-unsur lembaga politik
a) Pola perilaku; loyalitas, kepatuhan, subordinasi, kerjasama dan konsensus.
b) Budaya simbolis; bendera, materai, maskot, dan lagu kebangsaan.
c) Budaya manfaat; gedung, persenjataan, pekerjaan pemerintah, blanko dan formulir.
d) Kode spesialisasi; program, konstitusi, traktat dan hukum.
e) Idiologi; nasionalisme, hak rakyat, demokrasi, dan republik/monarki.
d. Lembaga Ekonomi
Berfungsi mengatur pembagian kerja dalam kehidupan manusia. Menurut Kornblum, penelitian difokuskan pada pembahasan, pasar dan pembagian kerja, interaksi pemerintah, institusi ekonomi dan perubahan pada pekerjaan.
1) Pola-pola politik ekonomi
a) Sistem feodalisme yaitu seperangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik tanah (raja) dan prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga, harta benda dan hak penguna tanah.
b) Sistem merkatilisme yaitu sistem yang menempatkan negara bertanggungjawab mengendalikan dan mengarahkan seluruh kegiatan ekonomi termasuk mengatur individu untuk profesi-profesi tertentu.
c) Sistem kapitalisme yaitu pemilik modal bebas mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
d) Sistem komunisme yaitu partai tunggal atau diktator sebagai wakil rakyat yang memerintah atas nama rakyat.
e) Sistem sosialisme yaitu bertujuan merombak masyarakat pada persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk kesejahteraan masyarakat.
3) Fungsi Lembaga ekonomi
a) Fungsi Manifes
(1) Pedoman mendapat bahan pangan
(2) Pedoman pertukaran barang/ barter.
(3) Pedoman harga jual beli barang.
(4) Pedoman menggunakan tenaga kerja.
(5) Pedoman cara pengupahan.
(6) Pedoman cara pemutusan hubungan kerja.
(7) Identitas diri masyarakat
b) Fungsi laten
(1)Menumpuk barang guna kepentingan individu atau kelompok.
(2) Kurang memperhatikan lingkungan kemanusiaan.
(3) sebagai ladang korupsi dan kolusi.
4) Struktur lembaga ekonomi
a) Sektor agraris meliputi kegiatan pertanian.
b) Sektor industri kegiatan produksi barang.
c) Sektor perdagangan panyaluran barang dari produsen ke konsumen.
5) Unsur-unsur lembaga ekonomi
a) Pola perilaku; efisiensi, penghematan, profesional dan laba.
b) Budaya simbolis; merek dagang, hak paten, slogan, dan lagu komersial.
c) Budaya manfaat; toko, pabrik, pasar, kantor, blanko dan formulir.
d) Kode spesialisasi; kontrak, liensi, hak monopoli, dan akte perusahaan.
e) Idiologi; liberalisme, tanggung jawab, manajerial, dan hak buruh.
e. Lembaga Agama
Durkherm (1966) menyatakan bahwa agama merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal yang suci. Agama merupakan sarana manusia untuk berhubungan dengan sang pencipta.
1) Fungsi Agama
a) Fungsi Manifes
(1) Sumber pedoman hidup manusia.
(2) Mengatur hubungan (tata cara) manusia secara vertikal dan horizontal.
(3) Nilai-nilai hidup manusia (ukuran).
(4) Pedoman rasa kebersamaan.
(5) Pedoman keyakinan (confidence).
(6) Pedoman keberadaan (existence).
(7) Pengungkapan estetika (keindahan).
(8) Pedoman rekreasi dan hiburan.
(9) Memberi identitas.
b) Fungsi laten
(1) Saranauntuk kupul kebo, zina dan perjudian.
(2) Dijadikan landasan aktivitas SARA atau peperangan.
(3) Kedok untuk meminta bantuan di luar kepentingan agama.
2) Unsur-unsur lembaga agama
Menurut Light, Killer dan Callhoun (1989).
a) Kepercayaan
b) Praktek keagamaan
c) Simbol keagamaan
d) Umat
e) Pengalaman keagamaan.
RANGKUMAN
Lembaga sosial adalah himpunan norma-norma dari segala tindakan yang berkisar dari suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.
Institusionalisation; adalah suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu norma lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.
Institusionalized, adalah suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-ide pada masyarakat.
Internalized: Pendarah dagingan adalah suatu tahap penerimaan norma terhadap masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan untuk selalu berbuat atau bertingkah lakusejalan dengan apa yang sudah dimengerti.
Fungsi Manifes (nyata); fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. Contoh; keluarga sebagai lembaga internalisasi dan sosialisasi nilai dan norma; lembaga ekonomi tempat terjadinya proses produksi dan distribusi.
Fungsi laten (tersembunyi); fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cenderung tidak nampak, dan tidak diharapkan tetapi ada. Contohnya, lembaga keluarga, pernikahan untuk menutupi rasa malu sebutan tidak laku; lembaga politik persaingan untuk berkuasa kemudian menumpuk kekayaan.
Lembaga sosial ada lima macam yaitu lembaga keluarga, ekonomi, politik, pendidikan dan agama.
Rabu,18 Juli 2012
MATERI SOSIOLOGI KELAS XII SMA
Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat berupa perubahan
norma-norma sosial, nilai-nilai sosial, interaksi sosial,
pola-pola
perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan,
lapisan-lapisan
masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang. Begitu luasnya
bidang-bidang perubahan itu sehingga perlu ditentukan batasan
pengertian perubahan sosial.
Sejumlah ahli mengungkapkan pendapatnya tentang perubahan
sosial.
a. Menurut Prof. Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah
perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan
di dalam suatu masyarakat yang
mempengaruhi sistem sosialnya.
b. Menurut William. F. Ogburn
mengemukakan bahwa perubahan
sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik yang material
maupun yang inmaterial, terutama yang menekankan pada
pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan material
terhadap kebudayaan inmaterial.
c. Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah
perubahanperubahan
yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
d. Menurut Samuel koening, bahwa perubahan sosial dalam
masyarakat menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi
dalam pola-pola kehidupan manusia karena sebab-sebab intern dan
ekstern.
e. Menurut Gillin dan Gillin, perubahan sosial adalah suatu
variasi
dari cara-cara hidup yang telah diterima yang disebabkan
perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material,
komposisi penduduk, ideologi maupun oleh adanya difusi
ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
f. Menurut Robert M.I Lawang, perubahan sosial adalah proses
ketika
dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan-perbedaan yang
dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu.
g. Menurut Max Iver, bahwa perubahan sosial adalah
perubahanperubahan
dalam hubungan sosial, atau perubahan terhadap
keseimbangan
sosial tersebut.
Perubahan-perubahan sosial tersebut secara konkret tampak jelas
dengan berkembangnya benda-benda budaya masyarakatnya, seperti
perubahan bentuk rumah, perabot rumah tangga, alat-alat
komunikasi dan
transportasi, mata pencaharian dan lain sebagainya.
Proses perubahan selalu terjadi pada masyarakat, baik secara
lambat
maupun secara cepat dan perubahan-perubanhan tersebut ada yang
direncanakan atau yang tidak direncanakan dan ada yang
dikehendaki dan
ada
yang tidak dikehendaki.
Dilihat dari segi bentuknya perubahan sosial itu mempunyai
beberapa bentuk:
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan yang berlangsung lambat (evolusi) merupakan
perubahan yang memerlukan waktu yang lama, karena terjadi dengan
sendirinya tanpa direncanakan dimana terdapat suatu rentetan
perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Perubahan
ini
merupakan sebagian kecil usaha masyarakat untuk menyesuaikan
diri
dengan keperluan dan kondisi yang sejalan dengan pertumbuhan
masyarakat.
Teori tentang evolusi sosial ini menurut Alex Inkeles dalam
bukunya What is Sociology (1965) dapat di golongkan ke dalam beberapa
kategori sebagai berikut:
a. Unilinear Theories Of Education
Yang mengatakan bahwa masyarakat (termasuk kebuda-yaannya)
mengalami perkembangan dengan tahap-tahap tertentu. Bermula
dari bentuk yang sederhana kemudian menuju yang kompleks
sampai pada tahap yang sempurna.
b. Universal Theory Of Evolution
Yang menyatakan bahwa perkembangan masyarakat itu tidak
perlu mengikuti tahap-tahap tertentu yang tetap, karena
perubahan
sosial itu telah mengikuti garis evolusi tertentu. Prinsip teori
ini di
uraikan oleh Herbert Spencer yang menyebutkan bahwa masyarakat
merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke
kelompok
yang heterogen, baik sistem maupun strukturnya.
c. Multilined Theories Of Evolution
Merupakan penggabungan dari kedua teori diatas. Teori ini lebih
menekankan perlunya penelitian empiris terhadap
perubahanperubahan
sosial yang terjadi dalam masyarakat secara ilmiah, seperti
penelitian terhadap sistem mata pencaharian, sistem
kemasyarakatan,
sistem kekerabatan, dan sebagainya.
Selain perubahan bersifat lambat, perubahan sosial budaya juga
bersifat atau berlangsung cepat dan menyangkut sendi-sendi pokok
kehidupan masyarakat yang dinamakan revolusi. Perubahan sosial
budaya secara cepat sering menimbulkan disintegrasi dalam
kehidupan
sosial, ekonomi, dan politik.
Revolusi akan terjadi apabila terdapat syarat-syarat dibawah
ini:
a. Adanya suatu keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap
mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Pemimpin tersebut mampu menampung aspirasi masyarakat untuk
merumuskan program-program atau arah gerakan.
d. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukan suatu tujuan kepada
masyarakat.
e.
Harus ada momentum, untuk bergerak pada saat yang tepat.